Tentang Saya


Saya sempat merasa frustasi dan "menderita" saat belajar matematika pertama kali di SD. Waktu itu saya berpikir, "Buat apa belajar matematika? Nggak ada gunanya."

Guru saya kurang mendemokan matematika sebagai sesuatu yang menarik. Sebaliknya bagi saya matematika adalah misteri yang menakutkan. Maklum, logika saya masih belum jalan. Maunya main-main melulu. Tak pernah punya masalah yang mengharuskan berpikir secara eksak.

Ya, itu dulu. Sebelum saya masuk ke dunia komputer. Ternyata ilmu-ilmu di matematika adalah bagaimana berpikir secara "angka". Matematika mencoba menerjemahkan pikiran manusia sebagai sesuatu yang bisa digeneralisasikan kepada orang lain dalam rupa angka.

Saya mulai menikmati matematika saat bisa menggambar ke dalam komputer. Menggambar lingkaran, segitiga, serta bangun-bangun lain ternyata membutuhkan pikiran matematika. 

Pikiran saya mulai terbuka ketika harus dihadapkan pada pilihan-pilihan tertentu dan matematika membantu memecahkan masalah tadi. Contoh, bagaimana menghemat pemakaian bahan-bahan pembuat roti, dalam keadaan jumlah bahan-bahan tadi yang terbatas. Seberapa banyak saya harus pakai tepung, gula, telur? Masalah ini bisa diselesaikan dengan substitusi.

Kesukaan saya makin berlanjut ketika kecanduan game. Saya berpikir, "Bagaimana membuat game-game itu, ya?" 

Setelah mempelajari teknik-teknik dasarnya, saya ketemu matematika lagi. Jadi memang matematika adalah hal yang seharusnya menarik siapa saja. Dan itu semua tergantung dari orang yang pertama kali mengenalkan matematika pada mereka.

Jika Anda mahir matematika, maka akan mudah memahami fisika, keuangan, investasi, menghemat sumber daya, memperkirakan kejadian, menghitung stok minimal, komputer, membuat ilusi, dan lain sebagainya. Pokoknya banyak banget. Yuk belajar matematika.

Leave a Reply

Diberdayakan oleh Blogger.