Segitiga adalah bidang yang dibatasi oleh tiga garis lurus. Dengan kata lain, yang lebih atau kurang dari tiga garis pembatas sudah pasti bukan segitiga. Gampang, kan? Dan karena dibatasi oleh tiga garis, maka sudah pasti pertemuan titik-titik garis tadi juga membentuk 3 sudut. Ok, sekarang kita melihat penampakan segitiga dibawah ini:
Titik A, B, C adalah sudut segitiga. Terdiri dari sisi BA, AC, dan CB. Sedangkan bidang berwarna merah muda adalah luas segitiga.
JENIS SEGITIGA
Menurut sisinya, segitiga dibedakan menjadi:
Segitiga Sama Sisi (Equilateral Triangles)
Adalah segitiga yang semua sisinya mempunyai panjang yang sama. Karena semua sisinya mempunyai panjang yang sama, maka secara logika, sudah pasti semua sudutnya PASTI SAMA.

Segitiga Sama Kaki (Isosceles Triangles)
Segitiga ini mempunyai 2 sisi yang berukuran sama. Dan lagi-lagi enaknya belajar matematika, kita bisa me-logika-kan bahwa sudah pasti dua sudutnya berukuran sama.

Segitiga Sembarang/Tak Sama Sisi (Scalene triangles)
Adalah segitiga yang panjang sisinya tidak ada yang sama. Karena sisi-sisinya tak ada yang sama, maka SUDAH PASTI besar sudut-sudutnya juga tak ada yang sama. Logis, kan?

sedangkan menurut sudut-sudutnya, segitiga dibagi ke dalam:
Segitiga Lancip (Acute Triangles)
Segitiga yang semua sudut-sudutnya kurang dari 90° adalah segitiga lancip

Segitiga Siku-siku (Right Triangles)
Segitiga siku-siku, adalah segitiga yang salah satu sudutnya tepat 90°

Segitiga Tumpul (Obtuse Triangles)
Adalah segitiga yang besar salah satu sudutnya diantara 90° dan 180°
LUAS SEGITIGA
Luas segitiga dinyatakan :
(Lebar x Tinggi) ⁄ 2
Tidak perduli bagaimana bentuk segitiga itu
JUMLAH SEMUA SUDUT SEGITIGA SELALU 180°
Ini fakta terakhir tentang segitiga. Jumlah semua sudutnya sudah pasti 180°. Andai ada soal, dua sudutnya diketahui, maka sudut lainnya pasti bisa dicari. Tahu, kan gimana caranya?
TEOREMA PYTHAGORAS
Phytagoras mengatakan bahwa panjang sisi miring kuadrat segitiga siku-siku, sama dengan penjumlahan kuadrat sisi yang lain.
Jika A adalah sisi miring, sedangkan B dan C adalah sisi-sisi yang lain, maka
A2 = B2 + C2
atau
A = √ B + C
SEGITIGA SIKU ISTIMEWA
Ada dua segitiga siku-siku yang dikategorikan sangat istimewa, yaitu segitiga siku-siku yang mempunyai dua sudut: 30° dan 60°; 45° dan 45°. Lihatlah gambar dibawah ini:

dengan ke-istimewa-annya, kita tidak perlu pakai cara biasa untuk mencari panjang sisi yang lain. Pada gambar paling kiri. Sisi miring (hipotenusa) dapat di cari dengan mencari akar dari 2 x panjang sisi. Sehingga jika x = 10, maka sisi miring dapat dicari dengan menghitung akar dari 2 x 10. Hal ini juga berlaku dengan segitiga siku-siku bersudut 60° dan 30°
Terus buat apa kita tahu fakta tentang segitiga? Lebih enak main game daripada mikirin matematika. Eitts... jangan sewot dulu. Coba perhatikan masalah dibawah ini.
Pak Eko ingin menjual sawahnya seperti gambar dibawah ini.
Jika harga per m2 tanah di tempat Pak Eko adalah Rp100 ribu, maka berapakah uang hasil penjualan sawahnya?
Ini cuma masalah mengukur luas segitiga doang. Tentu saja
(90m x 60m) ÷ 2 = 2700 m2
sehingga uang yang didapat Pak Eko: 2700 x 100 ribu = 27 juta




